JAKARTA,MENITINI.COM – Sebanyak 2.000 aparatur sipil negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga resmi memulai pelatihan sebagai komponen cadangan (Komcad) dalam sebuah program yang tidak hanya menekankan aspek pertahanan, tetapi juga pembentukan karakter dan etos kerja.
Program yang dilepas di kawasan Monas, Jakarta Pusat ini dirancang untuk membekali ASN dengan nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, serta rasa tanggung jawab yang lebih kuat dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan semata-mata latihan militer, melainkan upaya strategis untuk menyelaraskan semangat pengabdian ASN dalam berbagai situasi, baik saat kondisi negara stabil maupun dalam keadaan darurat.
Menurutnya, ASN perlu memiliki fondasi mental yang kuat agar mampu menjalankan perannya secara optimal, terlepas dari bidang tugas masing-masing. Dengan pembinaan berbasis pelatihan dasar militer, peserta diharapkan mengalami peningkatan dalam hal disiplin, kerja sama, serta ketahanan menghadapi tekanan.
Selama 1,5 bulan, para peserta akan menjalani pendidikan di sejumlah fasilitas militer, seperti Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmari 1 Marinir Cilandak. Materi yang diberikan difokuskan pada pembentukan mental dan karakter, bukan sekadar keterampilan tempur.
Program ini juga akan berlanjut ke gelombang berikutnya dengan jumlah peserta yang sama, menandakan komitmen pemerintah dalam membangun kualitas ASN melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan intensif.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki daya tahan, loyalitas, dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas negara. (M-011)









