Dikalahkan Timnas Indonesia, VFF Vietnam Buka Mata Soal Naturalisasi Pemain

JAKARTA,MENITINI.COM-Dikalahkan timnas Indonesia dalam tiga laga terakhir yaitu Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) Tran Anh Tu mulai mengubah pandangan tentang naturalisasi pemain.

Mengutip CNN Indonesia, Tran Anh Tu mengatakan sepak bola Vietnam tidak bisa terus bersikap kolot menghadapi perubahan sepak bola dunia. Tran Anh Tu menyebut sepak bola dunia berubah dengan cepat, termasuk soal naturalisasi.

“Jelas sepak bola dunia berubah dengan sangat cepat dan tentunya dalam waktu dekat sepak bola Vietnam juga akan mengalami banyak perubahan,” ujar Tran Anh Tu.

“Kami telah melakukan naturalisasi pemain berdarah Vietnam, misalnya Filip Nguyen. Kami melihat negara-negara lain dan melihat bahwa mereka juga mengalami perubahan seperti itu,” ucap Tran Anh Tu dikutip dari Soha.

BACA JUGA:  Daftar 32 Pemain Terpilih Seleksi Tim U-16 Gelombang Pertama

Selain Filip Nguyen, timnas Vietnam sudah memiliki sejumlah pemain keturunan, seperti kiper Dang Van Lam dan gelandang Andrej Nguyen An Khanh di timnas Vietnam U-23.

Ketika timnas Vietnam masih dilatih Park Hang Seo, pelatih asal Korea Selatan itu juga sempat melihat kemampuan sejumlah pemain keturunan seperti penyerang Alexander Dang yang bermain di Liga Norwegia.

Tran Anh Tu mengatakan VFF tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan perekrutan pemain naturalisasi. Pasalnya, peraturan di pemerintah Vietnam cukup rumit untuk menaturalisasi pemain.

“Kita tidak bisa lagi mempertahankan sudut pandang lama. Jelas ada perspektif baru. VFF juga berpikir untuk membantu timnas Vietnam menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.”

BACA JUGA:  Ini Kriteria Pemain untuk Tim U-17 Wanita

“Namun VFF bukan unit yang menangani masalah naturalisasi melainkan harus mengikuti Undang-Undang Kewarganegaraan Vietnam. Kami tidak bisa melakukan naturalisasi terhadap seorang pemain, namun harus bergantung pada apakah pemain tersebut memenuhi syarat sesuai UU atau tidak,” ucap Tran Anh Tu. (M-011)

  • Editor: Daton