logo-menitini

165 Sekehe Teruna Ngotot Pawai Ogoh-ogoh di Tengah Pandemi, Ini Alasannya

Pawai Ogoh Ogoh
Dokumen: Perarakan Ogoh Ogoh tahun 2019 (M-003)

\BADUNG MENITINI Pemerintah Kabupaten Badung memberi kebebasan kepada sekehe teruna dan Yowana se Badung untuk membuat ogoh-ogoh atau tidak. Namun yang jelas, saat pengerupukan dan pengarakan ogoh-ogoh wajib terapkan protokol kesehatan

Sejumlah desa adat di Bali memastikan tak membuat membuat dan mengatakan Ogoh Ogoh. Meski demikian, pemerintah Kabupaten Badung tetap memberi dana motivasi kreativitas pemuda di banjar.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung membenarkan jika tidak semua sekehe truna di Badung membuat ogoh-ogoh.

Menurutnya, dari 584 ST dan Yowana di Badung terdapat 419 ST maupun Yowana tidak membuat ogoh-ogoh. “Dari laporan yang kami terima terdapat 165 Sekehe teruna dan Yowana membuat ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka 1944 tahun 2022,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selas (15/2/2022).

BACA JUGA:  Pandji Pragiwaksono Jalani Persidangan Adat di Toraja, Dikenakan Tanggung Jawab Pemulihan

Meski begitu, seluruh seka truna dan yowana dipastikan menerima dana motivasi yang telah diserahkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.
Hal itu sesuai dengan permohonan yang diterima 584 Sekaa Teruna dan Yowana se-Kabupaten Badung.

Kecamatan Kuta Selatan 52 permohonan, Kecamatan Kuta 30 permohonan, Kecamatan Kuta Utara 84 permohonan, Kecamatan Mengwi 207 permohonan, Kecamatan Abiansemal 115 permohonan, Kecamatan Petang 47 permohonan dan Yowana sebanyak 49 permohonan.

BACA JUGA:  Badung Borong Empat Gelar di HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali

Pihaknya pun mengingatkan para seka teruna penerima hibah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut. “Karena bantuan dana ini berbentuk dana hibah, penerima juga harus menyampaikan laporan pertanggung jawaban setelah selesai kegiatan,”ujarnya

Juga ditegaskan, bagi seka teruna yang membuat ogoh-ogoh untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan saat malam pengerupukan. “Karena situasi seperti ini kami tidak melaksanakan lomba terhadap ogoh-ogoh. Sebab penilaian tidak hanya meliputi bentuk fisik tapi bagaimana ogoh-ogoh itu dipentaskan. Jadi ogoh-ogoh tidak dilombakan,” tegasnya. M-003

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>