Dana hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu perempuan dari latar belakang rentan memperoleh keterampilan kerja, khususnya di sektor pariwisata. Selain itu, yayasan juga akan memperluas program edukasi pengelolaan sampah bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat guna mengurangi pencemaran lingkungan.
Chief Operating Officer R.O.L.E. Foundation, Handoko Rama, menyebut dukungan ini akan memperluas jangkauan program pelatihan mereka.
“Mengedukasi satu perempuan sama artinya dengan mengedukasi seluruh komunitas. Dukungan ini memungkinkan kami membekali lebih banyak perempuan muda dengan keterampilan kerja sekaligus menjadi pelindung lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Airbnb Host Community Leader Indonesia, Kadek Adi Putra, menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Bali. Menurut dia, program Zero Waste Centre yang dijalankan yayasan membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Secara global, Airbnb Community Fund telah menyalurkan lebih dari 46 juta dolar AS kepada lebih dari 640 organisasi di hampir 70 negara. Penyaluran dana hibah periode 2025–2026 dilakukan mulai November 2025 hingga Maret 2026, bekerja sama dengan mitra pendanaan, termasuk Goodstack, untuk memastikan proses distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.
Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pariwisata berkelanjutan, perlindungan lingkungan, serta upaya mengatasi kekerasan dan eksploitasi, dengan melibatkan masukan komunitas tuan rumah di berbagai negara.*
- Editor: Daton









