Canggu-Tibubeneng Makin Krodit, Musim Hujan Langganan Banjir

Suasana kemacetan di salah satu ruas jalan di wilayah Desa Canggu, Badung
Suasana kemacetan di salah satu ruas jalan di wilayah Desa Canggu, Badung. (foto: Bali Politika)

BADUNG, MENITINI-Kawasan pariwisata di dua desa, Tibubeneng dan Canggu Kecamatan Kuta Utara sedang naik daun. Terlebih sebuah akomodasi pariwisata yang digadang terbesar di Asia, The Atlas Fest berdiri di kawasan tersebut.

Akibat perkembangan pariwisata itu, Ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra menyebut lalu lintas menjadi sangat padat sehingga macet total.

Kemacetan itu, kata Wayan Sandra sebagai salah satu indikasi berkembangnya pariwisata yang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik. Ia pun menyoroti desa yang memiliki garis pantai itu kurang tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Bali.

“Saat ini sangat macet, bukan macet bergerak, tapi macet tidak bergerak.  Itu kondisi tamu yang ada di sekitar Tibubeneng, Canggu, Pererenan ke barat. Apalagi jalan provinsi yang tidak pernah diperbaiki,” kata Sandra dalam rapat Banggar DPRD Badung, bersama Tim Anggaran pemerintah daerah (TAPD) di gedung Dewan Badung, Selasa (2/8) siang.

BACA JUGA:  Kesaksian Pasien Positif Virus Corona: Mengerikan, Tubuhku seperti Terbakar

Hal itu kata politisi asal Tibubeneng itu, perlu menjadi perhatian pemerintah, anggaran untuk perbaikan infrastruktur menjadi hal yang wajib. “Setiap tahun agar ada perbaikan, mulai dari trotoarnya,” katanya seraya menyebut akomodasi pariwisata berupa hotel mulai tumbuh di desa tersebut, khususnya Berawa Tibubeneng dan canggu. Termasuk di kawasan Cemagi Kecamatan Mengwi.

Selain macet, wilayah tersebut juga menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Banjir pun,  bukan sekadar genangan yang dalam  hitungan jam akan hilang. Namun banjir bisa terjadi berhari –hari. “Jangan sampai menjadi bahan tertawaan. Sebab kalau banjir sampai tiga hari. Karena air begitu datang dari Dalung menuju Tibubeneng. Di Dalung trotoar dan gotnya baik. Begitu banjir mengalir ke Tibubeneng, jalan dan got sudah sama (rata dengan air-red). Karena apa? Got tidak pernah diperbaiki,” tegas Sandra dalam rapat yang dipimpin ketua DPRD Badung I Putu Parwata dan Wakil I Wayan Suyasa.

BACA JUGA:  90 Unit Kamar di Jalan Kartika Plaza Terbakar, Ini Penyebabnya

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin wilayah tersebut akan menjadi sorotan nasional karena indftrturkltur yang buruk. Sebab kata politisi Senior PDI Perjuangan itu, wilayah Berawa dan Canggu juga menjadi kawasan favorit artis ibu kota. “Kalau itu mereka (para artis-red) ngomong ini akan berdampak bagi kelangsungan daerah pariwisata kita,”kata Sandra. Untuk itu, Sandra meminta pemerintah memberikan perhatian lebih.

Mengejar pemasukan itu, Ketua TAPD Badung yang juga Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan jawaban normatif. Diakuinya, dua kawasan di Kuta Utara itu berkontribusi banyak bagi pendapatan Kabupaten Badung. “Sangat realistis penataan infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan pendapatannya. Tentu akan dipertimbangkan,” kata Adi Arnawa.

BACA JUGA:  Rekrutmen P3K Dilakukan Terbuka untuk Umum, Walau Belum Direstui Pemerintah Pusat

Meski begitu, Adi Arnawa tidak tak banyak memberikan angin segar agar perbaikan yang diminta bisa direalisasikan tahun anggaran 2023. “Mungkin tahun 2023 di anggaran perubahan kita lakukan sesuatu di Kuta Utara itu,” kata Adi Arnawa. M003