BOGOR,MENITINI.COM – Proyek Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI) memasuki tahap akhir setelah berjalan lebih dari enam tahun. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan strategi keberlanjutan (exit strategy) agar tata kelola ekosistem gambut tetap berjalan setelah proyek berakhir.
Strategi tersebut disosialisasikan di Bogor, Selasa (29/9/2026), untuk tiga provinsi wilayah kerja IMPLI, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Proyek yang merupakan inisiatif GEF-6 ini dilaksanakan International Fund for Agricultural Development (IFAD) bersama KLH/BPLH. Program mencakup pengelolaan gambut berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), penguatan kelembagaan, restorasi ekosistem, pemberdayaan masyarakat, pemantauan hidrologi serta pengembangan pengetahuan dan kemitraan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, mengatakan berakhirnya siklus proyek harus diikuti dengan keberlanjutan hasil dan praktik yang telah dibangun.
“Berbagai hasil, praktik baik, pengetahuan, inovasi, dan mekanisme kelembagaan yang telah dibangun dapat terus memberikan manfaat setelah proyek selesai,” ujarnya.
Exit strategy IMPLI diarahkan sebagai proses transisi dari dukungan proyek menuju pengelolaan permanen oleh pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan.
Strategi tersebut bertumpu pada enam pilar, yakni tata kelola dan kelembagaan; pengelolaan hidrologi dan ekosistem gambut; pembiayaan berkelanjutan; pemantauan, data dan teknologi; inklusi masyarakat serta pasar produk ramah gambut; dan pengetahuan serta replikasi.

